Selasa, 04 Desember 2012

Pertumbuhan ekonomi dunia terus menurun


Jakarta (ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan akan menurun akibat krisis keuangan yang melanda Eropa dan Amerika Serikat dan menurunkan kinerja ekspor Indonesia.

"Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dikhawatirkan dapat menekan laju ekspor Indonesia karena penurunan permintaan dari negara-negara yang menjadi pasar utama produk dari dalam negeri. Penurunan permintaan pasar utama ekspor Indonesia juga akan berdampak pada negara eksportir seperti China yang akan melirik pasar Indonesia karena masih sangat potensial, sehingga bisa memperbesar produk impor di pasar domestik," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, di Jakarta, Senin.

Pergeseran arah perdagangan dunia dan domestik, menurut Natsir, perlu diantisipasi oleh pemerintah dan pelaku usaha melalui penyesuaian kebijakan dan strategi usaha.

"Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan membuat strategi pemasaran agar produk dan perusahaan Indonesia tetap mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun global," ujarnya.

Sedangkan Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto, mengatakan perhatian untuk perdagangan tidak dapat terlepas dari kemajuan tiga jenis teknologi, yaitu teknologi informasi, teknologi telekomunikasi dan teknologi transportasi.

Penerapan kemajuan ketiga teknologi tersebut bisa berpengaruh positif membuat perpindahan barang dan manusia dapat berlangsung dengan sangat cepat dan dalam volume yang sangat besar sehingga dapat digunakan untuk perdagangan dengan murah, cepat dan mudah.

"Perpindahan barang dalam jumlah besar dengan cepat serta proses transaksi yang mudah dapat dilakukan dari manapun dan kapan pun sehingga menciptakan persaingan perdagangan global yang sangat ketat. Dalam persaingan yang ketat, harus didorong untuk memproduksi barang dengan lebih murah namun tetap lebih bermutu," katanya.

Suryo menambahkan, saat ini produksi barang tidak dibatasi dalam dalam pola sekat-sekat wilayah negara.

"Produksi barang dilakukan di mana saja agar dapat menjamin biaya yang rendah. Produsen Jepang membuat barang di Amerika, Eropa, Afrika, di Australia dan tempat-tempat lain di Asia," katanya.

Tidak ada komentar: